Text

Thanks God I’m Working

TGIW. Thanks God I’am working. Terima kasih Tuhan, saya punya kerja. Saya menemukan kalimat ini dalam satu buku motivasi, dan saya suka, dan seharusnya ini lebih banyak diucapkan daripada kalimat lain yang ‘dilawannya’: TGIF, Thanks God, it’s friday.

Yang terakhir ini adalah ungkapan dari mereka yang bekerja di akhir pekan, hari ketika hujung pekan tiba, hari ketika mereka tak bekerja. Kerja, dalam kalimat itu seakan beban. Padahal, kerja seharusnya adalah sebuah berkah, karena lewat jalan itulah tangan Tuhan mengulurkan rezeki.

Text

Bangun Delapan Kali

JIKA kau jatuh tujuh kali, bangunlah delapan kali. Ini adalah peribahasa Jepang. Dengan kata lain: dalam upaya kita mencapai apa yang jadi tujuan kita, jangan pernah berhenti. Setiap kali terjatuh, bangkitlah lagi. Inilah rahasia yang sebenarnya bukan rahasia dari keberhasilan. Gigihlah.

Tidak ada orang berhasil yang tak pernah gagal sebelumnya. Kegagalan demi kegagalan adalah bagian yang ikut menguatkan fondasi keberhasilan mereka. Berusahalah, tidak untuk gagal. Berusahalah untuk berhasil, tapi jika keberhasilan belum teraih dalam usaha pertama, jangan berhenti. Coba lagi sebagai upaya yang sah untuk menyangkal dan membantah kegagalan itu, sampai nanti keberhasilan datang sebagai jawaban.[]

Text

Percayalah pada yang Mustahil

PERCAYALAH pada hal yang mustahil. Mimpikanlah hal yang tidak mungkin. Jangan pernah mau menerima kata ‘tidak’ sebagai jawaban.

Tony Fernandes, CEO AirAsia mengucapkan kalimat di atas, setelah dia sendiri membuktikan dengan perbuatan. AirAsia adalah mimpi yang pada awalnya ‘mustahil’ baginya.

Permohonannya mendirikan perusahaan penerbangan ditolak. PM Mahathir kemudian ‘memerintahkan’ dia membeli AirAsia dgn hara 1 ringgit alias gratis tapi menanggung utang 40 juta ringgit.

Setahun kemudian utangf itu terbayar lunas. Kini kita tahu sebesar apa AirAsia. Tak ada yang tak mungkin. Percayalah pada yang mustahil.

Text

Kerja adalah Doa

JIKA doa itu adalah kita meminta kepada Tuhan agar apa yang kita harapkan datang pada kita, maka kerja adalah doa yang paling utama. Dengan bekerja, kita meminta kepada Tuhan secara nyata, tanpa kata-kata.

Mungkin memang kita tak lagi harus memisahkan antara kerja dan doa. Berdoa saja tanpa kerja, harapan kita tak akan pernah mendekat. Tuhan tak melihat kita membuka jalan agar dia membawa pada kita apa yang kita harapkan.

Bekerja saja, tanpa doa, kita kemungkinan besar akan menjadi angkuh, padahal apa yang kita peroleh dengan kerja keras bisa dengan mudah diambil lagi oleh Sang Maha Pemberi.

Bekerja dan berdoa, adalah satu keutuhan yang tak harus kita pisahkan. Ditambah satu hal lagi: bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada Yang Memberi.

Audio

Lagu kasidah “Indung-Indung”. Lirik ditulis oleh Taufiq Ismail.

Text

Pasir dalam Sepatu

YANG jadi beban perjalanan kita bukanlah gunung nun jauh di sana, tapi sejumput pasir yang ada di dalam sepatu kita.

Kata-kata penyair Robert William Service ini menyadarkan kita untuk meninjau apa yang ada pada diri kita sendiri, sebelum mengeluh, atau menyerah pada hidup, atau angkat tangan pada tantangan yang akan kita hadapi.

Jadi, mari kita lepas sepatu dulu, duduk sebentar, bersihkan pasir dari sepatu kita, kenakan kaos kaki yang nyaman, lalu kita pasang lagi sepatu, untuk meneruskan perjalanan.

Photo
Disebut penyair oleh Penyair

Disebut penyair oleh Penyair

Photo
Logo Gongger

Logo Gongger

Text

Enterpreneurship adalah Kebutuhan

ENTERPRENEURSHIP adalah kebutuhan. Kita bisa belajar dari Richard Branson, taipan eksentrik asal Inggris itu. Kita bisa belajar dari salah satu kutipannya yang terkenal.

Dia berkata, “Saya bercita-cita jadi editor atau jurnalis, saya dulu tak tertarik menjadi enterpreneur.” Dalam riwayat hidupnya, Branson memang memulai dengan menerbitkan majalah kala dia SMA.

“…segera saya sadari bahwa saya harus jadi enterpreneur karena saya harus mempertahankan majalah saya tetap terbit!” Jadi, enterpreneurship, memang, adalah suatu kebutuhan, apapun yang sedang kita bangun.

Text

When We Listen The Song

JIKA Diane Warren mengikuti saran ibunya agar menjadi sekretaris saja, kita tak akan pernah mendengar lagu “When I See You Smile”, hitnya Bad English. Ia lawan ibunya, mengikuti mimpinya menjadi penulis lagu.

Diane adalah anak perempuan yang ‘bandel’. Susah diurus. “Musik menyelamatkan saya,” katanya. Ayahnyalah yang diam-diam menyokong cita-citanya. Lagu “Because You Loved Me” yang dilambungkan oleh Celine Dion adalah karya Diane untuk ayahnya.

Pelajarannya adalah: jika kau tahu kekuatanmu, jika itu jadi mimpimu, ikutilah itu!